Meski Outlook Positif, Ekonomi Indonesia Melambat di Sisa Tahun Ini

Oleh Issa Almawadi - fakta.com
26 Juli 2023 04:43 WIB
Ilustrasi. (Freepik)

FAKTA.COM, Jakarta - Lembaga Pemeringkat Rating and Investment Information, Inc. (R&I) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat di sisa tahun ini. Salah satu faktornya adalah pelemahan permintaan eksternal dan sikap wait and see investor jelang pemilihan umum (pemilu) 2024.

Meski begitu, R&I meningkatkan outlook ekonomi Indonesia dari stabil menjadi positif. Termasuk, mempertahankan peringkat Indonesia pada BBB+ (dua level di atas tingkat terendah Investment Grade).

"Ekonomi Indonesia baru akan tumbuh pada kisaran 5% mulai 2024 dan beberapa tahun selanjutnya," kata R&I dalam siaran pers, Selasa (25/7/2023).

Proyeksi R&I juga sejalan dengan Asian Development (ADB) Outlook 2023. ADB juga memproyeksikan ekonomi Indonesia baru akan tumbuh 5% pada 2024 mendatang.

Adapun untuk tahun ini, ekonomi Indonesia menurut ADB hanya akan tumbuh 4,8%.

Selain itu, R&I memproyeksikan transaksi berjalan akan kembali defisit pada beberapa tahun ke depan dalam kisaran yang terkendali, sehingga tetap mendukung ketahanan eksternal Indonesia.

Tak hanya itu saja, R&I meyakini bahwa pada 2023 penerimaan Pemerintah akan tetap kuat. "Didukung oleh kebijakan reformasi pajak, dan pengeluaran Pemerintah yang tetap terkendali sesuai target," kata R&I menambahkan.

Menanggapi keputusan R&I, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan, pihaknya akan terus mencermati perkembangan ekonomi dan keuangan global dan domestik. Kemudian merumuskan dan melaksanakan langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

"Serta terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk mempercepat transformasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan," tutur Perry.

APBN Surplus, Sri Mulyani Waspadai Pelemahan Ekonomi Negara Besar

Sebagai informasi, Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kisaran 5,0%-5,3% pada 2023. Sementara defisit fiskal akan mencapai 2,3% dari PDB atau lebih rendah dari target awal 2,8%.

Bagikan:

Data

Komentar (0)

Login to comment on this news

Updates

Popular

Data
Pointer
Interaktif
Program
Jobs
//