Meski Untung Rp12,9 Triliun, Pertumbuhan Laba BCA Kuartal I-2024 Melambat

Oleh Issa Almawadi - fakta.com
23 April 2024 06:19 WIB
Gedung BCA. (Dokumen BCA)

FAKTA.COM, Jakarta - Laba PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam tiga bulan pertama mulai tumbuh melambat. Setelah pada kuartal I-2023 melesat 43%, periode sama tahun ini hanya tumbuh 11,7%.

Mengutip laporan presentasi perseroan, Senin (22/4/2024), laba BCA mencapai Rp12,9 triliun. Menurut Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, pertumbuhan ini ditopang ekspansi pembiayaan yang disalurkan, perbaikan kualitas pinjaman secara konsisten, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan.

"Meningkatnya kualitas aset, serta biaya provisi yang turun 29,8% turut berkontribusi bagi pertumbuhan laba BCA," ucap Jahja.

Menanggapi kinerja BCA, Investment Analyst Lead Stockbit, Rahmanto Tyas Raharja menyampaikan, capaian laba bersih BCA tersebut sedikit di bawah ekspektasi konsensus karena hanya mencapai 24% dari estimasi konsensus yang memperkirakan laba bersih tahunan 2024 di level Rp53,5 triliun.

Meski begitu, Rahmanto menilai pertumbuhan kredit BCA sebagai hasil yang positif karena jauh di atas guidance manajemen (8–10%) dan target industri dari Bank Indonesia dan OJK (9–12%). "Namun, manajemen BCA tetap menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 8–10% untuk tahun ini," tutur Rahmanto.

Di sisi lain, Stockbit juga melihat tren positif lainnya berupa melandainya beban bunga ke level Rp3,2 triliun pada kuartal I-2024. Angka itu turun secara QoQ (4Q23 Rp3,4 triliun) meski naik 24% secara tahunan.

"Terutama akibat penurunan total deposito," katanya.

Tahun 2023 Rp765 Miliar, Ini Besaran Tantiem Manajemen BCA sejak 2019

Sepanjang Januari-Maret 2024, BCA menyalurkan total kredit Rp835,7 triliun atau tumbuh 17,1%. Di sini, pertumbuhan tertinggi ada pada kredit kendaraan bermotor (22,2%), disusul kredit korporasi 22,1%.

Jahja menambahkan, pertumbuhan kredit BCA diikuti perbaikan kualitas pinjaman, sejalan dengan portofolio kredit yang direstrukturisasi berangsur kembali ke pembayaran normal. Rasio loan at risk (LAR) berada di angka 6,6% pada kuartal I-2024, turun dibandingkan angka setahun lalu yaitu 9,8%.

"Rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di angka 1,9%. Rasio pencadangan NPL dan LAR berada pada level yang solid, masing-masing 220,3% dan 71,9%," kata Jahja.

Djarum hingga Anthoni Salim Bakal Dapat Jatah Dividen Terbesar dari BCA

Di sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) naik 7,9% menyentuh Rp1.121 triliun per Maret 2024. Dari itu, dana giro dan tabungan (CASA) tumbuh sekitar 7,3% mencapai Rp904,5 triliun.

Lebih lanjut, Jahja menambahkan, secara keseluruhan BCA berhasil mempertahankan profitabilitas yang berkelanjutan. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BCA selama kuartal I-2024 mencapai Rp19,8 triliun, tumbuh 7,1% secara tahunan.

Kemudian, pendapatan selain bunga naik 6,8% menjadi Rp6,4 triliun. Secara total, pendapatan operasional mencapai Rp26,2 triliun atau naik 7% pada kuartal I-2024, dengan rasio cost to income terjaga di level 32,4%.

Bagikan:

Data

Komentar (0)

Login to comment on this news

Updates

Popular

Data
Pointer
Interaktif
Program
Jobs
//